A. PENDAHULUAN
Hadits merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an, sudah seharusnya kita mempelajarinya, sebagaimana fungsi hadits sebagaimana fungsi hadits sebagai penjelas al-Qur’an, dalam hadits memuat gejala penjelasan tentang suatu hal yang dirasa mujmal atau sulit dipahami.
Dalam al-Qur’an telah dijelaskan berbagai macam dosa besar dan keharusan kita untuk bertaubat serta menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Dosa besar merupakan sesuatu dosa yang dalam al-Qur’an sudah diancam hukuman yang sangat berat dan tidak mendapat ampunan dari Allah, sebagai muslim kewajiban kita adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya sebagai wujud dari keimanan dan ketakwaan kita.
B. PEMBAHASAN
1. Dosa-Dosa Besar
a. Pengertian dosa-dosa Besar
Dosa besar adalah perbuatan-perbuatan yang oleh al-Qur’an dan as-Sunah diancam dengan siksaan yang sangat berat. Ancaman siksaan yang berat itu ialah ancaman untuk dimasukkan neraka, memperoleh laknat dari Allah.
b. Macam-macam dosa besar
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ {اجرخه البخارى في كتاب الوصايا}
Artinya : “Dari Abi Hurairah Nabi Muhammad bersabda jauhilah kamu sekalian 7 perkara yang merusak, sahabat bertanya wahai Rasulullah dan itu apa, rasul menjawab : menyekutukan Allah, sihir, membunuh orang yang telah diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, memakan riba, makan harta bendanya anak yatim, berpaling pada hari pertempuran (lari), menyangka seorang perempuan mukmin berzina.”
Berdasarkan hadits diatas ada 7 macam dosa besar yang harus kita hindari, yaitu :
1) Menyekutukan Allah, sebagaimana kita yakini Allah mempunyai sifat yang berbeda dengan makhluk-Nya, adalah suatu dosa besar jika kita menyekutukannya.
2) Sihir, merupakan perbuatan yang merugikan orang lain dan lebih percaya kepada yang lain dari pada Allah.
3) Membunuh orang karena menghilangkan hak seseorang untuk hidup kecuali jika kita membunuh dengan suatu alasan yang dibenarkan syarat
4) Memakan riba, seseorang yang memakan riba ia telah mengambil sesuatu yang bukan haknya sekaligus merugikan orang lain
5) Memakan harta benda anak yatim hal tersebut termasuk perbuatan yang dilaknat oleh Allah.
6) Berpaling pada hari pertempuran, atau lari dari pertempuran, agama telah menganjurkan pada kita untuk berjihad, menjadi seorang syuhada.
7) Menyangka seorang perempuan mukmin berzina.
Adapun dosa besar menurut hadits Anas adalah :
أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْكَبَائِرِ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَقَوْلُ الزُّورِ{اجرخه البخارى في كتاب الشهادات}
Dari Anas r.a Nabi Muhammad ditanya dari dosa-dosa besar, Nabi Muhammad menjawab menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh orang dengan tidak benar dan saksi yang palsu.
Dosa-dosa besar menurut hadits diatas adalah :
1) Syirik kepada Allah
Syirik yaitu menserikatkan Allah baik mengenai dzat-Nya, sifat-Nya dengan sesuatu atau makhluk-Nya, syirik yang demikian oleh para ulama disebut syirik akbar atau syirik iqtiqady, perbuatan syirik ini mempunyai daya mengeluarkan seseorang dari golongan pemeluk agama dan mengekalkannya di neraka, karena dosanya tidak memperoleh ampunan dari Allah.
Di samping syirik akbar disebut syirik ashghar atau amaly yaitu mengerjakan sesuatu amal bukan karena Allah, tetapi karena manusia, syirik ini tidak sampai mengeluarkan orang yang bersangkutan dari golongan agama.
Pembagian syirik yang lain adalah syirik jali, yaitu syirik secara terang-terangan, contohnya menyembah pohon, patung dan sebagainya, yang kedua yaitu syirik khofi atau syirik secara samar-samar yaitu meminta pertolongan kepada selain Allah, contohnya pergi ke dukun agar dekat jodohnya.
Adapun cara untuk menghindari perbuatan syirik diantaranya selalu berpedoman kepada ajaran al-Qur’an, menjauhi orang-orang yang berbuat syirik dan memupuk iman yang ada dihati.
2) Durhaka kepada orang tua
Yang dimaksud durhaka kepada orang tua adalah bermakiat kepada kedua orang tua, namun jika seorang anak enggan melaksanakan perintah kedua orang tuanya supaya menserikatkan Allah ia tidak mendurhakai kedua orang tuanya, walaupun pada lahirnya ia bermaksiat, sebab perintah kedua orang tuanya adalah perintah yang bertentangan dengan syariat.
3) Membunuh seseorang tanpa alasan yang dibenarkan
Allah menciptakan makhluk-Nya dengan segala hal dan kewajiban-Nya, termasuk hak untuk hidup, maka seseorang diharamkan untuk membunuh orang lain.
4) Saksi palsu
Islam mengajarkan kepada kita agar selalu bersifat jujur, karena dengan kejujuran itulah hidup kita akan tenang dan tentram, tidak dikejar-kejar rasa takut.
Sebuah kesaksian palsu dapat merugikan orang lain, orang yang seharusnya bersalah bebas dan yang seharusnya tidak bersalah menjadi terpidana.
Dalam al-Qur’an telah banyak ayat yang senantiasa mengajarkan pada kita untuk mengatakan apa yang kita ketahui diantaranya Ash-Shaf ayat 2
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ {الصف : 2}
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan
Atau sabda Rasulullah SAW
قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًا {رواه البخارى ومسلم}
Artinya : “katakan yang benar sekalipun itu pahit”
2. Taubat
a. Pengertian taubat
Taubat adalah meminta maaf atau mohon ampun kepada Allah dari perbuatan dosa yang telah kita lakukan.
Adapun cara bertaubat diantaranya :
1) Harus menghentikan maksiat
2) Harus menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan
3) Maksimal bersungguh-sungguh tidak mengulangi perbuatan tersebut
4) Meminta maaf kepada orang yang bersangkutan, apabila dosanya sesama manusia.
b. Anjuran untuk beristighfar
عَنْ أَبِى بُرْدَةَ عَنْ رَجُلٍ مِنَ الْمُهَاجِرِيْنَ يَقُوْ لُ سَمِعْتُ النبي صلى الله عليه وسلم يقول يَاآيُهَـاالنَّاسُ تُوْبُوْا إِلَىاللهِ وَاسْتَغْفِرُوْ هُ فَإِنِّى اَتُوْبَ اِلَىالله وَاسْتَغْفِرُهُ فيِ كُلِّ يَوْمِ مِائَةَ اَوْ اَكْثَرَ مِنْ مِائَةَ مَرَّةِ {رواه احمد في مسند الكوفين}
Artinya : “Dari Abi Burdah dari seorang laki-laki dari sebagian sahabat Muhajirin beliau mengatakan kami telah mendengar Nabi Muhammad bersabda “Wahai ingatlah manusia, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dan mohonlah pengampunan kami sekalian kepada-Nya, maka sesungguhnya kami bertaubat kepada Allah dan kami mohon pengampunan kepada-Nya pada tiap hari 100 kali atau lebih”
Manusia adalah insan yang tempatnya salah dan lupa, banyak kesalahan yang kita lakukan, baik secara sengaja maupun tidak, kita sadari atau tidak. Sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah segera minta maaf, oleh sebab itu menurut hadits di atas kita dianjurkan untuk beristighfar 100 kali atau lebih.
Membiasakan hidup dengan senantiasa zikir kepada Allah, akan membawa ketenangan hari serta terjaga dari sikap dan tutur kata yang buruk, karena lisan kita telah terbiasa berkata yang baik, yaitu kalimat thayyibah dan hati kita senantiasa mengakui kesalahan dan kelemahan kita, sehingga kita menjadi orang yang rendah.
c. Bertaubat kepada Allah
َبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي إِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ هُمْ خَيْرٌ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
Artinya : “Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda : Allah yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Aku menurut dugaan hambaku kepadaku, dan Aku bersamanya ketika ia ingat kepadaku, Demi Allah, sungguh Allah lebih suka kepada taubat hamba-Nya daripada salah seorang diantaramu yang menemukan barangnya yang hilang di padang. Barang siapa yang mendekatkan diri kepadaku sejengkal, maka Aku mendekatkannya sehasta, dan barangsiapa mendekatkan diri padaku sehasta, maka Aku mendekatkan diri padanya satu depa, dan barang siapa yang mendekatkan diri kepadaku dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari.
Adapun maksud dari hadits di atas adalah Allah selalu bersama hamba-Nya dengan rahmat, pertolongan, petunjuk, dan pemeliharaan kepedulian, dan barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan taat, Allah akan memberinya rahmat, taufiq dan pertolongan. Jika ia menambah dalam bertaat maka Allah menambah taufiq dan rahmat-Nya. Jika hamba datang dengan berjalan dan segera bertaat maka Allah akan melimpahkan rahmat yang amat banyak.
Allah menyukai hamba-Nya yang bertaubat meskipun taubat tersebut terlambat.
عَنْ عَبْدِ اللهِ عُمَرَ عَنِ النَّبي صلىالله عليه وسلم إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَقْبَلَ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَالَمْ يُغَر غرً {اخرجه ابن ماجه في كتاب الزهد}
Artinya : “Dari Abdillah bin Umar dari Nabi SAW bersabda sesungguhnya Allah yang maha tinggi, dan agung, pasti akan menerima taubat-Nya seorang hamba selagi hamba itu belum sekarat.
Dari hadits tersebut nyatalah bahwa Allah adalah maha pengampun, Allah mengampuni dosa hamba-Nya yang bertaubat sekalipun taubat tersebut terlambat asalkan belum sekarat.
C. KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan :
1. Menurut Abu Hurairah dosa-dosa besar itu ada 7 macam
2. Menurut Anas dosa besar itu ada 4 macam
3. Kita dianjurkan untuk senantiasa beristighfar dan mengingat Allah
4. Allah gembira terhadap hamba-Nya yang bertaubat
5. Allah menerima taubat seorang hamba selagi ia belum sekarat.
D. PENUTUP
Manusia akan sulit untuk terhindar dari dosa kecil sekalipun sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah segera memohon ampun.
DAFTAR PUSTAKA
Faturrahman, Drs., Haditsun Nabawi, Menara Kudus, 1966.
Zuhri, Muhammad, Drs. Kelengkapan Hadits Qudsi, CV. Toha Putra, Semarang, 1982
As’ad Aliy, Drs., Fathul Mu’in, Menara Kudus, 1979.
Tag:
abad 20
Abad XIX
Abbasiyah
Abdul Karim
Abdul Malik
Abdul Wahab Khalaf
abortion
abortus
abortus provocatus criminal
abundant life
Ahli kitab
Ahmad bin Hanbal
Ahmad Dahlan
Ahmad Rifa'i
Ajaran
Akad nikah
akal
akhlak
Akhlaq
Akidah
aktualisasi
al-ASy'ari
Al-Baqilani
al-daqaq
al-Ghazali
al-Hamra
al-himmah
al-Iqtisad
Al-Juwaini
al-maududi
al-Naisabur
Al-Qur'an
al-qusyairi
al-Sharf
Alfred
Allah
ana al-haq
anak
anak zina
Annemarie Schimmel
antar agama
Anthropomorphisme
Aqidah
Arsitektur Islam
arsitektur Jawa
Asasi Manusia
asbabun nuzul
astrologi
asuransi
asuransi jiwa
Atom
aufklaerung
ayat-ayat agama
Azande
Ba'i
bahasa arab
Bani Abbas
Bani Umayah
Bank
Belajar
Belajar Mengajar
Benda
bertanggung jawab
Bimbingan dan Konseling
Biografi al-Baqilani
BK
BKKBN
buniya al-islam
Candi
Charles Darwin
Christian Snouck Hurgronje
cinta
cinta ilahi
cinta universal
Clingy
communicating
controlling
coordinating
Cordova
corporate governance
cosmos
CTL
Dakwah
Dampak Negatif
darwin
deccan
demokratis
dendam
determinisme
dhanny al-dalalah
Dion O'Banion
discipline
distribusi zakat
Distrusful
Dosa
dukun
dzikir
Edmund Husserl
efisiensi
ekonomi
Eksistensialisme
empirisme
Engels
epistemologi
EQ
equity
Etika
etimologi
evaluasi
evaluating
Evans-Pritchard
Fadl
Faid ar-Rahman
fatalism
Fatwa
Fazlur Rahman
Fenomenologi
Fertilasi in Vitro
filsafat
Filsafat Hidup
filsafat modern
filsafat proses
Filsafat Yunani
Fiqh
forecasting
free act
free will
Frenetic Seachers
Friedrich Nietzsche
Fungsi Orang Tua
future-oriented
gaji
genetic engineering
genus
ghailan al-dimasyqi
gharar
ghazali munir
Granada
Guru
hadits dirayah
hadits riwayah
Hak Tuhan
harga rendah
hari akhir
harta
hasud
Hasyim Asy'ari
hellenisme
Henry Bergson
hikmah
Historis
Honig
Hopeless
Hukum
hukum Islam
hukum zakat
human right
humaniora
i'jazul Qur'an
ibadah
Ibn Maskawaih
Ibn Mujahid
Ibn Rusyd
ideologi korupsi
Ihya Ulumuddin
ijtihad
ikhlas
Ikhtiyariyah
ilmu
ilmu hadits
Ilmu Kalam
Ilmu Pengetahuan
ilmu tafsir
Imam Ghazali
Imam Hambali
Imam Haramain
Imam Syafi'i
Iman
Implikasi
In God We Trust
indonesia
infaq
informasi
Inseminasi Artifisial
insurance
intelektual muslim
interelasi
Intra Uterine Device
introspeksi
intuisi
IQ
Isabella
Islam
islam Jawa
Islam santri
Istinbat
IUD
iztirariyah
Jabariyah
jalaluddin rumi
jarh ta'dil
jauhar
Jawa
Jean Paul Sartre
Jerussalem
jisim
jiwa
John Deawey
John Locke
jual beli
judi
Justice
kaidah fiqh
Kalisalak
Karel A. Steenbrink
karismatik
kasab
Kasb
kaum du'afa
KB
Keadilan
Keadilan Tuhan
kebebasan
Keberagamaan
kebudayaan
Kecerdasan Spiritual
kedaulatan
kedokteran
kehidupan manusia
kejawen
Kekerasan
Kekuasaan Tuhan
Keluarga
Keluarga Berencana
kemandirian
kemerdekaan
kenabian
kepemimpinan
kepercayaan
kerajaan Islam
kesatuan eksistensi
Kesatuan Ummah
Kesehatan
Kesehatan Mental
ketenangan jiwa
keutamaan dzikir
khalifah
Khatib Sambas
KHI
khilafah
khulafaurrasyidin
Ki Hajar Dewantara
Kiai
kiamat
kimia
Kompetensi
komunitas
Konsensus
Konsep Iman
konsep Islam
Konsep Takdir
konsepsi tentang Tuhan
Konstitusi Madinah
Kontekstual
Kontemporer
korupsi
kosmologi
Krisis Sosial
Kristen
Kultural
kurikulum
lailatul qadar
Lembaga Generasi Muslim
Lembaga Penjamin Simpanan
lingkungan
Logika
LPS
Lutheran
ma'rifat
madrasah
madzhab empat
Magic
mahabbah
mahmudah
Makhluk
man is dead or dying
manajemen
mandul
manfaat dzikir
manipulasi
maqamat
Martin Heidegger
masailul fiqhiyah
Masalah Amal
masjid besar
masjid Quba
masyarakat
masyarakat madani
matematika
Matn al-Hikam
Mengenal Islam
menstrual regulation
Metafisika
metode berpikir
militerstis
mitoni
modernis
moksa
Monoteisme
Moral Agama
Motivasi
mu'amalah
Mu'tazilah
Muhammad Arkoun
Muhammad Saleh
muhkam
mujahadah
mukjizat
Muktasab
munasabah
musfadah
muslim
musytarak
mutasyabihat
mutlaq
Nabi Muhammad saw
Narkotika
nasab
Nasabah
nasib
Nawawi al-Bantani
Nikah
non-muslim
Normatif
North Whitehead
not much is known about ma'bad al-juhani
NU
nujum
nutfah
obligasi
Oksigen
Orang Awam
Orang Tua
orde lama
organisasi
organizing
Orientalis
otokratis
Ovarian transplant
Paham Jabariyah
paham qadariyah
PAI
pajak
Pandangan Masyarakat
Pareto
partisipasi
paternalistis
Pemahaman
Pemeliharaan
pemerintah
Pemikiran
pemikiran deduksi
pemikiran induksi
pemilu 2009
pemimpin
Pencegahan
Pendekatan Sosiologi
Pendidikan
pengajaran
pengawasan
pengelolaan zakat
Pengembangan
pengendalian diri
Pengentasan
pengetahuan sejati
Peningkatan Mutu
Penyaluran
Penyesuaian
Peran Orang Tua
Peran Wanita
Perang Salib
Perbuatan Manusia
percaya diri
perdamaian agama
perencanaan
Perkawinan
Perlindungan
perlombaan berhadiah
Perspektif
Perspektif Agama
perwalian
pesantren
piagam madinah
planning
Pluralisme
pluralitas
Pola Asuh
Politik
porkas
pragmatisme
pre-literature
predestination
prenatal
privasi
problem kemasyarakatan
Produk
Profesional
psikofisik
Psikologi
Psikoterapi
PTUN
qadariyah
Qat'iy al-dalalah
Rahasia Bank
Ramadhan
ramal
Realitas
relativisme
relevansi
renaisance
Reproduksi
resepsi pernikahan
Resitasi
respirasi
riba
Risalah Nabi Muhammad
ritual
Romawi Timur
rububiyah
rukun islam
Rukun Nikah
rule of law
Rumah Tangga
rumi
sabar
saham
sains
Saleh Darat
SDM
sedekah
Sejarah
Sejarah Arsitektur
sejarah hadits
sekolah
Selaput Rahim
self indication
self-control
shadaqah
Sifat Tuhan
Sigmund Freud
signs of the unseen
Skeptisisme
Sogyal Rinpoche
sombong
Sosial
Sosial-Budaya
sosiologi
spanyol
sperma
SPI
spiritual
SQ
Stabilitas
staffing
status anak
status hukum
sterilisasi
strategi pengajaran
Studi Agama Islam
Sufi
sufisme
Sumber
sumber daya manusia
syari'ah
ta'rif
tabularasa
tafsir ayat-ayat
tahalli
tajalli
takabur
takdir
take and give
takhalli
Taklif
tanah rakyat
tanjim
tarajjumah
tarekat
Tasawuf
Tasdiq
taubat
Tauhid
tawakkal
tazkiyah
Teknologi Modern
telepon
tempuran
tentang agama
Teologi
teologi islam
terminologi
terorisme
The Spiral of Violence
Theology of The Dead of God
Tingkeban
toleransi
towards understanding islam
tradisi Islam
tradisi Jawa
tradisionalis
tubektomi
Tuhan
Tuhan Mati
ujub
Ulama Jawa
ulumul hadits
undian berhadiah
upacara kematian
urdu
UU No. 38 tahun 1999
valuta asing
vasektomi
W. Montgomery Watt
wahdatul adyan
Wahyu
wajib pajak
wajib zakat
wali
westernis
whitehead
William James
zakat
zakat konsumtif
zakat produktif
Zaman
Zarathustra
zina
zoon politicon
zuhud
