Cari Artikel Disini

October 13, 2008

FUNGSI LINGKUNGAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN

I. Pendahuluan

Dalam kehidupan ini sebenarnya manusia sudah dihadapkan pada lingkungan semenjak masih dalam kandungan ibunya. Manusia dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, keduanya saling mempengaruhi.

Perkembangan kepribadian seseorang baik dari segi fisik maupun psikis dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kepribadian merupakan suatu kesatuan aspek jiwa dan badan yang disebut integrasi, integrasi dari pokok-pokok kepribadian yang dibentuk oleh seseorang melalui proses interaksi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor lingkungan dalam maupun lingkungan sekitarnya.

II. Pembahasan

A. Konsep Lingkungan dan Kepribadian

1. Lingkungan

Kata lingkungan dalam pengertian umum, berarti segala sesuatu yang ada disekitar kita.[1] Sedangkan dalam lingkup pendidikan, arti lingkungan sangat luas yaitu segala sesuatu yang berada di luar diri manusia dan yang mempunyai arti bagi perkembangannya serta senantiasa memberikan pengaruh terhadap dirinya.[2] Jika lingkungan tersebut berupa faktor yang dengan sengaja diciptakan oleh pendidik, maka disebut lingkungan pendidikan.

Lingkungan ini mengitari manusia sejak dilahirkan sampai ia meninggal dunia. Antara lingkungan dan manusia ada pengaruh yang timbal balik, yang keduanya tidak dapat dipisahkan.

Dalam ilmu psikologi, lingkungan disebut dengan environment (Milieu).[3] Jadi bukan surrounding yang berarti keadaan sekeliling saja. Karena kata environment mencakup semua faktor di luar diri manusia yang mempunyai arti bagi dirinya, dalam arti memungkinkan untuk memberikan reaksi pada diri manusia tersebut. Jadi antara kita (manusia) dan lingkungan terjadi interaksi yang terus menerus.

Lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

a. Lingkungan fisik (physical environment)

Yaitu lingkungan / segala sesuatu di sekitar kita yang berupa benda mati, misalnya: rumah, kendaraan, udara, air dan sebagainya.

b. Lingkungan biologis

Yaitu lingkungan yang berupa makhluk hidup, lingkungan ini dibedakan menjadi 2, yaitu lingkungan tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hewan.

c. Lingkungan abstrak

Semua hal yang abstrak juga bisa dimasukkan dalam lingkungan, jika hal tersebut telah menyatu dengan manusia. Termasuk semua hal yang abstrak, misalnya: pengetahuan, kesenian, kebudayaan, nilai kehidupan seperti aturan-aturan pergaulan, tata krama, sopan santun dan sebagainya.[4]

2. Kepribadian

Pada dasarnya jiwa manusia terdiri dari dua aspek, yaitu aspek kemampuan yang meliputi inteligensi dan bakat, sedangkan aspek kepribadian meliputi watak, sikap, sifat dan minat.[5]

Kemajemukan kepribadian manusia ini menimbulkan beberapa pendapat yang berbeda di kalangan para ahli psikologi, diantaranya adalah George Kelly merumuskan bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya, sedangkan Gordon Allport berpendapat bahwa kepribadian merupakan suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas.[6] Sementara Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari 3 sistem, yaitu id, go, dan super ego.[7]

Dari pendapat-pendapat para ahli psikologi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kepribadian adalah struktur kerohanian yang kompleks dan tampak dalam tingkah laku suatu individu.

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian

Kepribadian merupakan aspek jiwa dan badan yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun dari luar diri seseorang. Pengaruh itu tidak sama antara satu dengan yang lain, maka tidak ada kepribadian manusia yang sama persis meskipun saudara kembar.

Kepribadian manusia dapat berubah karena berbagai pengaruh. Pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:

1. Faktor dari dalam diri manusia

Faktor-faktor yang meliputi fisik dan psikis manusia.

Misalnya: struktur tubuh, keadaan fisik dan mental, dan sebagainya.

2. Faktor dari lingkungan

Meliputi keadaan situasi sekitar diri seseorang maupun orang lain yang berada di lingkungan tersebut.

Faktor lingkungan yang paling berperan dalam pembentukan pribadi manusia adalah rumah, sekolah dan teman sebaya.[8]

Misalnya: di dalam rumah anak tersebut di manja, sehingga dia tumbuh menjadi anak yang manja.

C. Fungsi Lingkungan dalam Pembentukan Kepribadian

Dalam proses pembentukan kepribadian telah dibahas mengenai faktor-faktor yang berperan di dalamnya. Dalam hubungan saling pengaruh mempengaruhi, akan terlihat bahwa seseorang dalam perkembangan dirinya memperlihatkan sifat-sifat yang tertuju pada lingkungan, dimana lingkungan menerima sifat-sifat tersebut, dan memperlihatkan reaksi yang dibentuk atas dasar sifat-sifat, penampilan anak dan pengolahan lingkungan dengan proses perubahannya.[9] Lingkungan yang berubah juga dapat memberikan perangsang pada seseorang yang sangat mempengaruhi terhadap perkembangannya, khususnya perkembangan pembentukan kepribadian. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang mencapai taraf kecanggihan tertentu sehingga seseorang tersebut selalu dapat mereproduksi diri secara terus menerus, mengatasi krisis-krisis yang dialaminya melalui mekanisme-mekanisme yang ada dalam dirinya. Sehingga dengan demikian perkembangan seseorang memberikan penampilan kepada lingkungan yang merubahnya. Dari uraian tersebut terlihat suatu hubungan timbal balik antara seseorang dengan konstitusi yang berkembang terus dan lingkungan yang merubahnya.

Oleh karena itu, tidaklah berlebihan kiranya kalau kita simpulkan bahwa pengaruh lingkungan sangat besar dalam pembentukan kepribadian seseorang, meskipun kadar kebesarannya tidak dapat kita tentukan. Atas dasar inilah dalam usaha mengerti kepribadian seseorang, kita tidak dapat melepaskan diri dari lingkungan dimana manusia tumbuh dan berkembang.


DAFTAR PUSTAKA

A.W. Wijaya, Drs., Individu, Keluarga dan Masyarakat, Akademika Pressindo, Jakarta, 1986.

Abu Ahmadi, Drs. H., dkk., Ilmu Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 1991.

Ahmad Tantowi, Psikologi Pendidikan, Angkasa, Jakarta, 1986.

Fuad Amsyari, Prinsip-Prinsip Masalah Pencemaran Lingkungan, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1986.

Samsi Haryanto, Dr., M.Pd., Pengantar Teori Pengukuran Kepribadian, Sebelas Maret University, Surakarta, 1994.

Singgih D. Gunarsa, Dr., Psikologi Untuk Membimbing, BPK Gunung Muria, Jakarta, 1992.



[1] Fuad Amsyari, Prinsip-Prinsip Masalah Pencemaran Lingkungan, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1986, hlm. 9.

[2] Ahmad Tantowi, Psikologi Pendidikan, Angkasa, Jakarta, 1986, hlm. 56.

[3] Drs. H. Abu Ahmadi, dkk., Ilmu Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 1991, hlm. 64.

[4] Fuad Amsyari, op.cit., hlm. 11.

[5] Dr. Samsi Haryanto, M.Pd., Pengantar Teori Pengukuran Kepribadian, Sebelas Maret University, Surakarta, 1994, hlm. 1.

[6] Ibid., hlm. 2.

[7] Drs. A.W. Wijaya, Individu, Keluarga dan Masyarakat, Akademika Pressindo, Jakarta, 1986, hlm. 146.

[8] Dr. Singgih D. Gunarsa, Psikologi Untuk Membimbing, BPK Gunung Muria, Jakarta, 1992, hlm. 69.

[9] Ibid., hlm. 80.

Google+ Followers

Followers

Tag: