Cari Artikel Disini

October 27, 2008

SEJARAH MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM DI INDONESIA

I. Pendahuluan

Tidak dapat disangkal bahwa islam merupakan komponen penting yang turut membentuk dan mewarnai corak kehidupan masyarakat Indonesia.

Keberhasilan Islam menembus dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia serta menjadikan dirinya sebagai agama utama bangsa ini merupakan prestasi luar biasa. Hal ini terutama bila dilihat dari segi letak geografis, dimana jarak Indonesia dengan negara asal Islam, jazirah Arab cukup jauh. Apalagi bila dilihat sejak dimulainya proses penyebaran Islam itu sendiri di kepulauan nusantara ini, belum terdapat suatu metode atau organisasi memperkenalkan Islam kepada masyarakat luas.

II. Pembahasan

A. Kondisi Religius Masyarakat Indonesia Pra-Islam

Bila ditinjau dari sudut arkeologi setelah zaman prasejarah berakhir di Indonesia lahirlah kebudayaan baru. Kebudayaan tersebut ditandai dengan datangnya orang-orang India sebagai pembawa kebudayaan Hindu, yaitu pengaruh alam pikiran dan tingkah laku orang-orang India yang datang ke Indonesia. Pengaruh ini menyebabkan perubahan cara hidup manusia Indonesia baik dalam tata cara hidup kemasyarakatan, perekonomian dan keagamaan.

Sudah sejak zaman prasejarah telah terdapat hubungan maritime antara India dan Indonesia. Diantara kedua bangsa tersebut terdapat kesamaan kebudayaan sehingga kedatangan mereka tidak dirasakan sebagai bangsa yang akan menguasai Indonesia.

Kedatangan orang-orang India ini tidak dapat ditetapkan secara pasti, akan tetapi dapat diperkirakan pada permulaan abad pertama sesudah masehi mereka telah mengunjungi kepulauan Indonesia. Pada abad ke IV sampai abad ke XV sesudah masehi pengaruhnya terhadap penduduk telah menemukan corak kehidupan tersendiri, lebih-lebih dalam lapangan keagamaan dan kebudayaan. Pada masa tersebut diatas, Indonesia terdiri dari kerajaan-kerajaan besar kecil berdiri sendiri atau dalam kesatuan kerajaan.[1]

Bangunan candi-candi yang terdapat di Indonesia merupakan bukti adanya pengaruh Hindu. Fungsi candi-candi Indonesia-Hindu adalah sebagai tempat penguburan abu jenazah raja-raja. Raja-raja yang meninggal dibuatkan patung dan perwujudannya melambangkan dewa-dewa yang mereka puja semasa hidupnya.

Masyarakat Indonesia-Hindu menganggap rajanya sebagai dewa yang memerintah di dunia. Gelar-gelar kedewaan diberikan kepada raja-raja terutama setelah mereka meninggal dunia. Kepercayaan demikian menunjukkan adanya hubungan dengan tradisi kepercayaan pada masa pra Hindu, ketika mereka memuja ruh-ruh nenek moyang yang biasanya diwujudkan dalam patung-patung dan menhir-menhir di atas punden-punden berundak.[2]

B. Masuknya Islam di Indonesia

Sejak zaman prasejarah, penduduk kepulauan Indonesia dikenal sebagai pelayar-pelayar yang sanggup mengarungi lautan lepas. Wilayah barat Nusantara dan sekitar Malaka sejak masa kuno merupakan wilayah yang menjadi titik perhatian, terutama karena hasil bumi yang dijual disana menarik bagi para pedagang, dan menjadi daerah lintasan penting antara cina dan India. Dan pelabuhan di Sumatera dan jawa antara abad ke-1 dan ke-7 Masehi sering disinggahi pedagang asing. Pedagang muslim asal Arab, Persia, India, juga ada yang sampai ke kepulauan Indonesia untuk berdagang sejak abad ke-7 Masehi.

Berikut ini beberapa pendapat tentang awal masuknya Islam ke Indonesia.

1. J.C. Van Leur

Menurutnya dari berbagai cerita perjalanan dapat diperkirakan bahwa sejak 674 M ada koloni-koloni Arab di barat laut sumatera, yaitu di barus, daerah penghasil kapur barus terkenal. Dari berita Cina bisa diketahui bahwa di masa dinasti Tang (abad ke 9-10) orang-orang Ta-Shih sudah ada di Kanton dan Sumatera. Ta-Shih adalah sebutan untuk orang-orang Arab dan Persia, yang ketika itu jelas sudah menjadi muslim.[3]

2. Prof. Syed Naquib al-Attas

Catatan yang paling tua mengenai kemungkinan sudah bermukimnya orang-orang muslim di kepulauan Indonesia adalah bersumber laporan Cina tentang permukiman Arab di Sumatera utara yang dikepalai oleh seorang Arab pada tahun 55 atau 672 M.

3. Gerini

Seorang sejarawan dalam Further India and Indo Malay Archipelago, yang didukung penulis Harry W. Hazzard dalam “Atlas of Islamic History” menyatakan bahwa orang Islam yang pertama mengunjungi Indonesia amat boleh jadi adalah saudagar Arab dalam abad ke-7 M yang singgah di Sumatera ketika mengadakan perjalanan menuju Cina.

4. Thomas W. Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam menyatakan bahwa aabd ke-7 M dipantai barat Pulau Sumatera sudah didapati suatu kelompok perkampungan orang-orang Arab

5. Pada seminar masuknya Islam di Indonesia yang diselenggarakan di Medan pada tahun 1963 menyimpulkan sebagai berikut :

a. Menurut sumber bukti yang baru, Islam pertama kali datang ke Indonesia pada abad ke-7 M dibawa oleh pedagang dan mubalig dari negeri Arab

b. Daerah yang pertama kali dimasuki ialah pantai barat pulau Sumatera yaitu daerah Barus, tempat kelahiran ulama besar yang bernama Hamzah Fansyuri.

c. Dalam proses pengislaman selanjutnya, orang-orang Islam bangsa Indonesia ikut aktif mengambil bagian yang berperan dan proses itu berjalan secara damai.[4]

III. Kesimpulan

Dari uraian diatas, cukup memberikan gambaran bahwa kuat dugaan bahwa Islam memang benar-benar sudah masuk ke kepulauan nusantara pada sekitar abad ke-1 atau 7 M and langsung dari Arab yang dibawa oleh pedagang.

Walaupun diantara pedagang Islam periode pertama itu terdapat orang-orang dari Gujarat dan Persia, adalah suatu hal yang biasa, intinya adalah dari saudagar-saudagar Arab. Sekalipun mereka itu dari Gujarat atau Persia, tetapi asalnya orang Arab juga.



DAFTAR PUSTAKA

Hasbullah, Drs., Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1999.

Hasymy, A. Prof., Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia, Banda Aceh: PT. Al-Ma’arif, 1989.

Poesponegoro, Marwati Djoened, Sejarah Nasional Indonesia III, Jakarta : Balai Pustaka, 1992.

Yatim, Badri, MA., Sejarah Peradaban Islam, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2003.



[1] Prof. A. Hasymy, Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia, Banda Aceh: PT. Al-Ma’arif, 1989, hlm. 89-90

[2] Marwati Djoened Poesponegoro, Sejarah Nasional Indonesia III, Jakarta : Balai Pustaka, 1992, hlm. 176-177

[3] Badri Yatim, MA., Sejarah Peradaban Islam, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2003, hlm. 192

[4] Drs. Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1999, hlm. 4-5

My Blog List

Google+ Followers

Join this Site