March 2, 2011

METODE RESITASI


A.    PENGERTIAN DAN DASAR METODE RESITASI
Ada beberapa pengertian metode resitasi atau definisi yang dikemukakan oleh para ahli antara lain sebagai berikut:
1.      Menurut Nana Sudjana:
Tugas atau resitasi tidak sama dengan pelajaran rumah tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas dapat merangsang anak untuk lebih aktif belajar baik secara individual maupun kelompok.[1]
2.      Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Azwan Zain:
Metode Penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Masalah tugas yang diberikan siswa dapat dilakukan di kelas, di halaman sekolah, di laboratorium, di perpustakaan, di bengkel, di rumah siswa atau dimana saja asal tugas itu dapat dikerjakan.[2]
3.      Menurut Mulyani dan Johan Permana. H:
 Metode pemberian tugas atau penugasan diartikan sebagai suatu cara interaksi belajar mengajar yang ditandai dengan adanya tugas dari guru yang dikerjakan peserta didik di sekolah ataupun di rumah secara perorangan atau kelompok[3]
Berdasarkan uraian di atas pengertian metode pemberian tugas adalah suatu cara dari guru dalam proses belajar mengajar untuk mengaktifkan siswa dalam belajar baik di sekolah maupun di rumah dan untuk dipertanggung jawabkan kepada guru.
Dalam Al-Qur’an prinsip metode resitasi dapat dipahami dari ayat yang berbunyi:
bÎ) $uZøŠn=tã ¼çmyè÷Hsd ¼çmtR#uäöè%ur ÇÊÐÈ #sŒÎ*sù çm»tRù&ts% ôìÎ7¨?$$sù ¼çmtR#uäöè% ÇÊÑÈ
”Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu”. (QS. Al-Qiyamah [75]: 17-18)[4]

Al-Maraghi menafsirkan potongan ayat tersebut di atas sebagai berikut:
قرأناه: اى قرأة جبريل عليك، فاتبع قرأنه: اى فاستمع قرأته وكررها حتى يرسخ فى نفسك. [5]
Qara’nahu : dimaksudkan adalah Jibril membacakannya kepadamu
Fattabi’ qur’anah : maksudnya maka dengarkanlah bacaan dan ulang-ulangilah agar ia mantap dalam dirimu.[6]
Ayat tersebut merupakan bentuk pembelajaran al-Qur’an ketika malaikat Jibril memberikan wahyu (al-Qur’an) kepada Nabi Muhammad saw dengan membacakannya, maka Nabi Muhammad saw diperintahkan untuk mengulanginya, sehingga Nabi hafal dan bacaan tersebut dapat membekas dalam dirinya.

B.     KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE RESITASI
1.      Kelebihan Metode Resitasi
Ada beberapa kelebihan metode resitasi menurut para ahli antara lain:
a.       Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain kelebihannya:
1)      Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktifitas belajar individual ataupun kelompok.
2)      Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru.
3)      Dalam membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
4)      Dapat mengembangkan kreatifitas siswa.[7]
b.      Menurut Mulyani:
1)      Metode pemberian tugas dapat membuat siswa aktif belajar.
2)      Tugas lebih merangsang siswa untuk lebih banyak, baik waktu dikelas maupun diluar kelas atau dengan lain, baik siswa dekat dengan guru maupun jauh dengan guru.
3)      Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa yang diperlukan dalam kehidupannya.
4)      Tugas lebih meyakinkan tentang apa yang akan dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya, atau memperluas pandangan tentang apa yang dipelajari.
5)      Tugas dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengelola sendiri informasi dan komunikasi.
6)      Metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar karena kegiatan-kegiatan belajar dapat dilakukan dengan berbagai variasi sehingga tidak membosankan.
7)      Metode ini dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
8)      Metode ini dapat mengembangkan kreatifitas siswa.[8]
2.      Kekurangan Metode Resitasi
Ada beberapa kekurangan metode Resitasi antara lain :
a)      Siswa sulit dikontrol, apakah benar dia yang mengerjakan tugas ataukah orang lain.
b)      Khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik.
c)      Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.
d)     Sering memberikan tugas yang menonton (tak bervariasi) dapat menimbulkan kebosanan siswa.[9]
e)      Seringkali anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya menitu hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
f)       Terkadang tugas itu dikerjakan orang lain tanpa pengawasan.[10]
Dari pengertian diatas tampak bahwa pelaksanaan metode ini banyak menuntut hakekat siswa sebab anak selalu dituntut oleh guru untuk belajar sendiri baik itu untuk materi yang sudah diterangkan ataupun yang belum diterangkan.
C.    Langkah-langkah Metode Resitasi
Ada langkah-langkah yang harus diikuti dalam penggunaan metode pembelajaran tugas antara lain :
  1. Fase Pemberian Tugas
Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan :
a.       Tujuan yang akan dicapai
b.      Jenis tugas jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut
c.       Sesuai dengan kemampuan siswa
d.      Ada petunjuk atau sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa
e.       Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.
Dalam fase ini tugas yang diberikan kepada setiap anak didik harus jelas dan petunjuk-petunjuk yang diberikan harus terarah.
  1. Langkah Pelaksanaan Tugas
a.       Diberikan bimbingan atau pengawasan oleh guru
b.      Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
c.       Diusahakan atau dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
d.      Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang dia peroleh dengan baik dan sistematik
Dalam fase ini anak didik belajar (melaksanakan tugas) sesuai tujuan dan petunjuk-petunjuk guru.
  1. Fase Mempertanggungjawabkan Tugas
a.       Laporan siswa baik lisan atau tertulis dari apa yang telah dikerjakannya
b.      Ada tanya jawab diskusi kelas
c.       Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun non tes atau cara lainnya
Dalam fase ini anak didik mempertanggungjawabkan hasil belajarnya baik berbentuk laporan lisan maupun tertulis. [11]
Karena tugas yang dikerjakan pada akhirnya akan dipertanggung jawabkan maka siswa akan terdorong untuk mengerjakan secara sungguh-sungguh. Dengan metode ini sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu lebih mendalam.
D.    Pelaksanaan Metode Resitasi
Tugas dapat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan belajar baik perorangan atau kelompok. Adapun pelaksaan yang ditempuh dalam metode ini antara lain:
1.      Pendahuluan:
Pada langkah ini perlu mempersiapkan mental murid untuk menerima tugas yang akan diberikan kepada mereka pada pelajaran inti, Untuk itu perlu memberikan kejelasan tentang suatu bahan pelajaran yang dilaksanakan dengan metode ini, diberikan contoh-contoh yang serupa dengan tugas jika keterangan telah cukup.
2.      Pelajaran inti:
Guru memberika tugas, murid melaporkan hasil kerja mereka sementara gurumengadakan koreksi terhadap tugas-tugas tersebut, da bila ditemukan kesalahan maka perlu diadakan diskusi.
3.      Penutup:
Pada langkah ini murid bersama guru mengecek kebenaran sementara murid disuruh mengulangi tugas itu kembali.[12]
E.     Penerapan Metode Resitasi dalam embelajaran Pendidikan Agama Islam
Pembelajaran pendidikan agama Islam adalah suatu proses yang bertujuan untuk membantu peserta didik dalam belajar agama Islam.[13]
Dalam proses belajar mengajar penggunaan satu metode mengajar untuk segala macam tujuan belajar tentunya tidak efektif . Berbeda tujuan, berbeda cara mencapainya. Dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dapat menggunakan berbagai macam metode, antara lain metode resitasi atau metode pemberian tugas.
Metode pemberian tugas adalah metode interaksi edukatif dimana murid diberi tugas khusus (sesuai dengan bahan pelajaran) diluar jam-jam pelajaran. Dalam pelaksanaannya murid-murid dapat mengerjakan tugasnya tidak hanya dirumah, tetapi dapat dikerjakan diperpus, laboratorium, dan lainnya kemudian dipertanggungjawabkan kepada guru.[14]
Dalam pendidikan agama Islam, metode interaksi ini sering digunakan, terutama dalam hal-hal yang bersifat praktis misalnya, setelah selesai pelajaran berwudhu (di sekolah) murid-murid ditugaskan untuk melihat, memperhatikan dan menirukan orangtuannya atau orang-orang lain dirumah atau masjid yang sedang berwudhu, kemudian melaporkannya kepada guru di sekolah pada jam pelajaran berikutnya. Atau contoh lain, menjelang hari raya idul fitri guru menerangkan tentang masalah zakat fitrah, kemudian murid ditugaskan untuk membentuk amil zakat yang melaksanakan tugas mengumpulkan zakat fitrah dan membagikannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Sesuai pelaksanaan tugas ini mereka harus membuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugasnya kepada guru.[15]


[1] Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru, 1989), hlm. 81.
[2] Syaiful Bahri Djamarah dan Azwan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), edisi revisi, hlm. 85.
[3] Mulyani. S dan Johar Permana, Strategi Belajar Mengajar, (JATENG: DEPDIKBUD Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 1999), hlm. 151.
[4] Arief Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 165.
[5] Ahmad Musthofa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, Jilid 29, (Beirut: Dar al-Maraghi, t.th.,), hlm. 150.
[6] Ahmad Musthofa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, terjemahan, (Semarang: Toha Putra, 1989), hlm. 244.
[7] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, op. cit, hlm. 87.
[8] Mulyani, op. cit, hlm. 152
[9] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, loc. cit.,  
[10] Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hlm. 198.  
[11] Syaiful Bahri Djamarah,dan Aswan Zain, op. cit, hlm. 86
                [12] Arief Armai, op.cit, hlm. 167
[13] Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Misaka Galiza, 2003), hlm. 13
[14] Zuhirini, dkk, loc. cit
[15] Zuhairini, dkk, op. cit, hlm.84

Tag:

abad 20 Abad XIX Abbasiyah Abdul Karim Abdul Malik Abdul Wahab Khalaf abortion abortus abortus provocatus criminal abundant life Ahli kitab Ahmad bin Hanbal Ahmad Dahlan Ahmad Rifa'i Ajaran Akad nikah akal akhlak Akhlaq Akidah aktualisasi al-ASy'ari Al-Baqilani al-daqaq al-Ghazali al-Hamra al-himmah al-Iqtisad Al-Juwaini al-maududi al-Naisabur Al-Qur'an al-qusyairi al-Sharf Alfred Allah ana al-haq anak anak zina Annemarie Schimmel antar agama Anthropomorphisme Aqidah Arsitektur Islam arsitektur Jawa Asasi Manusia asbabun nuzul astrologi asuransi asuransi jiwa Atom aufklaerung ayat-ayat agama Azande Ba'i bahasa arab Bani Abbas Bani Umayah Bank Belajar Belajar Mengajar Benda bertanggung jawab Bimbingan dan Konseling Biografi al-Baqilani BK BKKBN buniya al-islam Candi Charles Darwin Christian Snouck Hurgronje cinta cinta ilahi cinta universal Clingy communicating controlling coordinating Cordova corporate governance cosmos CTL Dakwah Dampak Negatif darwin deccan demokratis dendam determinisme dhanny al-dalalah Dion O'Banion discipline distribusi zakat Distrusful Dosa dukun dzikir Edmund Husserl efisiensi ekonomi Eksistensialisme empirisme Engels epistemologi EQ equity Etika etimologi evaluasi evaluating Evans-Pritchard Fadl Faid ar-Rahman fatalism Fatwa Fazlur Rahman Fenomenologi Fertilasi in Vitro filsafat Filsafat Hidup filsafat modern filsafat proses Filsafat Yunani Fiqh forecasting free act free will Frenetic Seachers Friedrich Nietzsche Fungsi Orang Tua future-oriented gaji genetic engineering genus ghailan al-dimasyqi gharar ghazali munir Granada Guru hadits dirayah hadits riwayah Hak Tuhan harga rendah hari akhir harta hasud Hasyim Asy'ari hellenisme Henry Bergson hikmah Historis Honig Hopeless Hukum hukum Islam hukum zakat human right humaniora i'jazul Qur'an ibadah Ibn Maskawaih Ibn Mujahid Ibn Rusyd ideologi korupsi Ihya Ulumuddin ijtihad ikhlas Ikhtiyariyah ilmu ilmu hadits Ilmu Kalam Ilmu Pengetahuan ilmu tafsir Imam Ghazali Imam Hambali Imam Haramain Imam Syafi'i Iman Implikasi In God We Trust indonesia infaq informasi Inseminasi Artifisial insurance intelektual muslim interelasi Intra Uterine Device introspeksi intuisi IQ Isabella Islam islam Jawa Islam santri Istinbat IUD iztirariyah Jabariyah jalaluddin rumi jarh ta'dil jauhar Jawa Jean Paul Sartre Jerussalem jisim jiwa John Deawey John Locke jual beli judi Justice kaidah fiqh Kalisalak Karel A. Steenbrink karismatik kasab Kasb kaum du'afa KB Keadilan Keadilan Tuhan kebebasan Keberagamaan kebudayaan Kecerdasan Spiritual kedaulatan kedokteran kehidupan manusia kejawen Kekerasan Kekuasaan Tuhan Keluarga Keluarga Berencana kemandirian kemerdekaan kenabian kepemimpinan kepercayaan kerajaan Islam kesatuan eksistensi Kesatuan Ummah Kesehatan Kesehatan Mental ketenangan jiwa keutamaan dzikir khalifah Khatib Sambas KHI khilafah khulafaurrasyidin Ki Hajar Dewantara Kiai kiamat kimia Kompetensi komunitas Konsensus Konsep Iman konsep Islam Konsep Takdir konsepsi tentang Tuhan Konstitusi Madinah Kontekstual Kontemporer korupsi kosmologi Krisis Sosial Kristen Kultural kurikulum lailatul qadar Lembaga Generasi Muslim Lembaga Penjamin Simpanan lingkungan Logika LPS Lutheran ma'rifat madrasah madzhab empat Magic mahabbah mahmudah Makhluk man is dead or dying manajemen mandul manfaat dzikir manipulasi maqamat Martin Heidegger masailul fiqhiyah Masalah Amal masjid besar masjid Quba masyarakat masyarakat madani matematika Matn al-Hikam Mengenal Islam menstrual regulation Metafisika metode berpikir militerstis mitoni modernis moksa Monoteisme Moral Agama Motivasi mu'amalah Mu'tazilah Muhammad Arkoun Muhammad Saleh muhkam mujahadah mukjizat Muktasab munasabah musfadah muslim musytarak mutasyabihat mutlaq Nabi Muhammad saw Narkotika nasab Nasabah nasib Nawawi al-Bantani Nikah non-muslim Normatif North Whitehead not much is known about ma'bad al-juhani NU nujum nutfah obligasi Oksigen Orang Awam Orang Tua orde lama organisasi organizing Orientalis otokratis Ovarian transplant Paham Jabariyah paham qadariyah PAI pajak Pandangan Masyarakat Pareto partisipasi paternalistis Pemahaman Pemeliharaan pemerintah Pemikiran pemikiran deduksi pemikiran induksi pemilu 2009 pemimpin Pencegahan Pendekatan Sosiologi Pendidikan pengajaran pengawasan pengelolaan zakat Pengembangan pengendalian diri Pengentasan pengetahuan sejati Peningkatan Mutu Penyaluran Penyesuaian Peran Orang Tua Peran Wanita Perang Salib Perbuatan Manusia percaya diri perdamaian agama perencanaan Perkawinan Perlindungan perlombaan berhadiah Perspektif Perspektif Agama perwalian pesantren piagam madinah planning Pluralisme pluralitas Pola Asuh Politik porkas pragmatisme pre-literature predestination prenatal privasi problem kemasyarakatan Produk Profesional psikofisik Psikologi Psikoterapi PTUN qadariyah Qat'iy al-dalalah Rahasia Bank Ramadhan ramal Realitas relativisme relevansi renaisance Reproduksi resepsi pernikahan Resitasi respirasi riba Risalah Nabi Muhammad ritual Romawi Timur rububiyah rukun islam Rukun Nikah rule of law Rumah Tangga rumi sabar saham sains Saleh Darat SDM sedekah Sejarah Sejarah Arsitektur sejarah hadits sekolah Selaput Rahim self indication self-control shadaqah Sifat Tuhan Sigmund Freud signs of the unseen Skeptisisme Sogyal Rinpoche sombong Sosial Sosial-Budaya sosiologi spanyol sperma SPI spiritual SQ Stabilitas staffing status anak status hukum sterilisasi strategi pengajaran Studi Agama Islam Sufi sufisme Sumber sumber daya manusia syari'ah ta'rif tabularasa tafsir ayat-ayat tahalli tajalli takabur takdir take and give takhalli Taklif tanah rakyat tanjim tarajjumah tarekat Tasawuf Tasdiq taubat Tauhid tawakkal tazkiyah Teknologi Modern telepon tempuran tentang agama Teologi teologi islam terminologi terorisme The Spiral of Violence Theology of The Dead of God Tingkeban toleransi towards understanding islam tradisi Islam tradisi Jawa tradisionalis tubektomi Tuhan Tuhan Mati ujub Ulama Jawa ulumul hadits undian berhadiah upacara kematian urdu UU No. 38 tahun 1999 valuta asing vasektomi W. Montgomery Watt wahdatul adyan Wahyu wajib pajak wajib zakat wali westernis whitehead William James zakat zakat konsumtif zakat produktif Zaman Zarathustra zina zoon politicon zuhud