[Asma'ul Husna] al-'Afuwwu - Maha Memaafkan

24 Januari 2013

[Asma'ul Husna] al-'Afuwwu - Maha Memaafkan

Sifat al-‘Afuwwu, yaitu Maha Memaafkan, merupakan salah satu dari sifat Allah, termasuk salah satu al-Asma’ul Husna (الاسماء الحسنى). Bagi setiap orang mukmin mempunyai keyakinan bahwa orang yang berada di jalan Allah, kemudian meninggal dunia, maka mereka akan mendapatkan pahala dan semua dosa-dosanya mendapat ampunan daripada-Nya. Seperti dinyatakan dalam surat an-Nisa’ ayat 99-100 sebagai berikut:
y7Í´¯»s9'ré'sù Ó|¤tã ª!$# br& uqàÿ÷ètƒ öNåk÷]tã 4 šc%x.ur ª!$# #qàÿtã #Yqàÿxî ÇÒÒÈ  `tBur öÅ_$pkç Îû È@Î6y «!$# ôÅgs Îû ÇÚöF{$# $VJxîºtãB #ZŽÏWx. Zpyèyur 4 `tBur ólãøƒs .`ÏB ¾ÏmÏF÷t/ #·Å_$ygãB n<Î) «!$# ¾Ï&Î!qßuur §NèO çmø.ÍôムßNöqpRùQ$# ôs)sù yìs%ur ¼çnãô_r& n?tã «!$# 3 tb%x.ur ª!$# #Yqàÿxî $VJŠÏm§ ÇÊÉÉÈ  
Mereka itu, mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan adalah Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun. Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat lain memberikan teladan secara tegas bahwa Allah tidak suka terhadap ucapan buruk atau umpatan terhadap orang lain, yang dicontohkan bahwa Allah Maha Pema’af. Dalam surat an-Nisa’ ayat 148-149 dinyatakan sebagai berikut:
žw =Ïtä ª!$# tôgyfø9$# Ïäþq¡9$$Î/ z`ÏB ÉAöqs)ø9$# žwÎ) `tB zOÎ=àß 4 tb%x.ur ª!$# $·èÏÿxœ $¸JŠÎ=tã ÇÊÍÑÈ   bÎ) (#rßö6è? #·Žöyz ÷rr& çnqàÿøƒéB ÷rr& (#qàÿ÷ès? `tã &äþqß ¨bÎ*sù ©!$# tb%x. #vqàÿtã #·ƒÏs% ÇÊÍÒÈ  
Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa.
Berpijak dari sifat-sifat Allah yang tersebut dalam al-Asma’ul Husna (الاسماء الحسنى) yang diyakini kebenarannya oleh para mukminin, yang merupakan bagian daripada tauhid sifat dan asma’, maka merupakan kewajiban baginya untuk meniru dan berperilaku seperti yang dicontohkan oleh Allah SWT. Seperti yang sering disampaikan oleh kaum sufi yang menyatakan: Takhallaqu bi akhlaqillah, berperilakulah kamu semua sebagaimana perilaku atau sifat Allah.

Share:

Google+

Diberdayakan oleh Blogger.