Cari Artikel Disini

15 November 2014

KONSEP STRATEGI




1.      Pengertian Strategi
Pemahaman antara strategi dengan metode identik dan memiliki pengertian yang tidak sama. Hal inilah yang harus dipahami bahwa persepsi tersebut tidaklah sama. Akan tetapi antara strategi dengan metode keduanya istilah yang sangat berkaitan tetapi berbeda dalam pengertian. Bahwa antara strategi dengan metode saling memiliki korelasi yang sinergis dan berkaitan secara substansial terdapat perbedaan yang asasi.
Metode secara bahasa berasal dari bahasa Yunani "metodos" yang merupakan kata bentukan dari "meta” dan “hodos". Meta mempunyai arti menuju, melalui, sesudah dan mengikuti sedangkan "hodos" bermakna jalan, atau arah. Jadi yang dinamakan metode adalah "jalan untuk menuju." Secara istilah metode lebih dipahami sebagai cara bertindak menurut aturan atau sistem tertentu, kadang juga dipahami secara spesifik sebagai cara berfikir menurut aturan atau sistem tertentu (Sudarto, 1997: 41). Sedangkan strategi berasal dari bahasa inggris strategy, oleh As Hornby disebutkan sebagai the art of planning in war, especially of the movements of armies and navies into favorable positions for fighting. Yang artinya "seni dalam merencanakan operasi-operasi perang, terutama gerakan- gerakan pasukan darat dan laut untuk menempatkan posisi-posisi yang menguntungkan dalam pertempuran". Disamping itu, strategi juga berasal dari bahasa yunani strategi yang artinya the art of general, "seninya seorang jendral atau panglima”. (Sulton, 2005: 234).
Strategi sebenarnya adalah istilah yang berasal dari dunia militer, yaitu usaha untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan dengan tujuan mencapai kemenangan atau kesuksesan. Istilah strategi kemudian berkembang dalam bidang termasuk ekonomi, manajemen, dakwah maupun organisasi. Dengan perluasan penggunaan tersebut pengertian strategi mengalami perkembangan, menjadi skill in managing any affairs, yang artinya "ketrampilan-ketrampilan mengelola atau menangani suatu masalah". Bahkan menurut Dr. Jamaludin Darwis M.A, seperti yang dikutip dari H. Mansur, strategi telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri. (Darwis, 1998:196).
Dalam konteks organisasi secara keseluruhan, strategi dideskripsikan sebagai suatu cara dimana organisasi akan mencapai tujuan-tujuannya. Sesuai dengan peluang-peluang dan ancaman-ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi serta sumber daya dan kemampuan internal organisasi. Berdasarkan pada definisi tersebut, terdapat tiga factor yang mempunyai pengaruh penting pada strategi, yaitu lingkungan eksternal, sumber daya dan kemampuan internal. Serta tujuan yang dicapai. Intinya, suatu strategi organisasi memberikan dasar-dasar pemahaman tentang bagaimana organisasi itu akan bersaing dan survive.
Strategi ini dalam segala hal digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan tidak mudah dicapai tanpa strategi, karena pada dasarnya segala tindakan atau perbuatan itu terlepas dari strategi. Adapaun mengenai taktik, sebenarnya merupakan cara yang digunakan dan merupakan bagian dari strategi.
Strategi yang disusun, dikonsentrasikan dan dikonsepsikan dengan baik akan dapat membuahkan pelaksanaan yang disebut strategis. Menurut Drs. H. Hisyam Alie, untuk mencapai strategi yang baik harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.       Kekuatan, yakni memperhitungkan kekuatan yang dimiliki biasanya menyangkut manusia, dana dan beberapa piranti yang dimiliki.
b.      Weakness, yakni memperhitungkan kelemahan yang dimiliki yang mana memiliki sebagai kekuatan misalnya kualitas manusia, dana dan sebagainya
c.       Opportunity, yakni seberapa besar peluang yang mungkin tersedia di luar sehingga peluang sangat kecil sekalipun dapat diterobos
d.      Threats, yakni memperhitungkan kemungkinan adanya ancaman dari luar. 
 
2.      Mensukseskan Strategi
Agar strategi yang mereka susun dapat berhasil dengan meyakinkan sehingga menemui kesuksesan. Untuk itu Hatten berpendapat ada  beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam suksesnya strategi antara lain:
a.       Strategi haruslah konsisten dengan lingkungan dengan jangan melawan arus, tetapi harus dengan mengikuti arus perkembangan dalam masyarakat.
b.      Setiap organisasi tidak hanya berbuat satu strategi tergantung pada ruang lingkup kegiatannya.
c.       Strategi yang efektif hendaknya memfokuskan dan menyatukan semua sumber daya dan tidak menceraiberaikan satu dengan yang lain.
d.      Strategi hendaknya memutuskan perhatian pada apa yang merupakan kekuatannya dan tidak pada titik-titik yang justru pada kelemahannya.
e.       Sumber daya adalah sesuatu yang kritis, mengingat strategi adalah suatu yang mungkin dibuat memang layak dan dapat dilaksanakan.
f.       Strategi hendaknya memperhitungkan resiko yang tidak terlalu besar
g.       Strategi hendaknya disusun atas landasan keberhasilan yang dicapai.
h.      Tanda-tanda dari suksesnya strategi ditampakkan dukungan dari pihak-pihak yang terkait. (Salusu, 1996 : 108) 

3.      Implementasi Strategi
Tahap Implementasi strategi mencakup pelaksanaan tindakan atau aktivitas dari strategi yang dikembangkan dalam proses formulasi strategi. Tanpa implementasi strategi yang efektif, organisasi perusahaan tidak akan mampu memperoleh manfaat dari formulasi strategi (analisis lingkungan, dan penentuan arah organisasi).
Untuk dapat mengimplementasikan strategi, para manajer harus mempunyai gagasan yang nyata dari berbagai isu yang berbeda, misalnya seberapa banyak perubahan yang diperlukan di dalam organisasi apabila mengimplementasikan strategi baru, bagaimana cara yang terbaik membangun budaya organisasi untuk menjamin implementasi strategi berjalan dengan baik, bagaimana membentuk dan mengkaitkan struktur organisasi, pendekatan-pendekatan Implementasi strategi yang dapat diikuti oleh manajer, dan apa keahlian yang diperlukan para manajer dalam mengimplementasikan strategi. (Jatmiko, 2003: 25-26).
Agar supaya organisasi mencapai sasaran jangka panjang yang telah ditetapkan, maka organisasi tersebut tidaklah cukup memformulasi strateginya secara efektif, tetapi juga harus mengimplementasikan strateginya dengan efisien. Jika formulasi strategi dan implementasi strategi tersebut dilaksanakan secara buruk akan berakibat pada kegagalan bagi keseluruhan strategi. Tabel di bawah menggambarkan bagaimana kemungkinan strategi diformulasikan dan diimplementasikan, serta menggambarkan kemungkinan hasil-hasil dari kedua aktivitas dalam empat kemungkinan kombinasi, yaitu sukses, gambling, trouble, dan gagal. (Jatmiko, 2003: 194-195).
Implementasi strategi bertalian dengan pembicaraan tentang struktur organisasi serta sumber daya manusia (staf) dan pengembangannya. (memperoleh kecakapan dan kemampuan).
Implementasi strategi ini didorong oleh keharusan adanya kegiatan mengelola sumber daya manusia. Melalui kerja sama dengan orang lain, alokasi sumber daya diupayakan menciptakan dan memperkuat kemampuan bersaing serta menyepadankan organisasi dengan persyaratan yang diperlukan.
Implementasi strategi merupakan ''action oriented" yang menciptakan sesuatu agar terjadi. Implementasi strategi merupakan tugas mengubah kondisi sekarang, memotivasi sumber daya manusia, mengembangkan kompetisi ini, mencapai target berdasarkan potensi yang ada, serta berupaya untuk menghadapi perlawanan atas perubahan. (Reksohadiprojo, 2003: 69).


SEJARAH LAHIRNYA MU'TAZILAH

Peristiwa terbunuhnya Utsman bin Affan, khalifah ketiga, pada 666 M, di Madinah dalam pertentangan yang terjadi dengan tentara yang dat...

Daftar Blog Saya

Google+ Followers

Join this Site